Apakah Numbuhin Brewok Mutlak Karena Genetika?

Apakah Numbuhin Brewok Mutlak Karena Genetika?

Assalamuallaikum bro! Masih banyak banget yang nanya, apakah numbuhin brewok mutlak karena genetika? Hmmm sepertinya gue perlu bahas ini secara khusus dan detail.

Memang, orang Indonesia banyak yang ga brewokan itu FAKTA. Tapi, apakah brewok mutlak karena gen? Jadi jawabannya mitos atau fakta? Ayo kita bahas satu-persatu mulai dari faktor fisiologis yang menyebabkan pertumbuhan bulu, faktor-faktor, hingga kenapa orang Indonesia banyak yang tidak punya brewok.

Tarik nafas yang panjang. Karena pembahasan ini cukup panjang. Dan simak sampai habis.

Proses biologis brewok atau bulu tumbuh. Proses tumbuhnya bulu membutuhkan faktor-faktor biologis. Dua faktor tersebut adalah DHT dan folikel rambut.

Disaat masa pubertas, laki-laki merasakan perubahan-perubahan fisik, seperti suara, otot hingga bulu. Hal tersebut dipicu oleh DHT sebagai hormon androgen. Dikutip dari Hellosehat.com hormon ini dihasilkan dengan mengubah testosterone menjadi dihydrotestosterone oleh bantuan enzim 5-alpha-reductase.

Beberapa % testosterone dalam tubuh pria diubah menjadi dihydrotestosterone. Di mana, saat pubertas jumlah yang diubah mungkin jauh lebih tinggi untuk mendukung perubahan yang terjadi saat pubertas. Hormon DHT memiliki efek yang lebih kuat dibandingkan dengan testosterone. Setelah itu reseptor androgen mengikat DHT dan T, dan membuka “potensi”nya untuk menumbuhkan bulu. Jadi untuk bulu tumbuh butuh 3 bahan bakar utama yaitu, DHT, T (Testosteron) dan androgen reseptor.

Dengan ketiganya tubuh dapat memproduksi rambut atau bulu, namun bulu/rambut membutuhkan wadah atau tempat untuk tumbuh atau biasa disebut dengan folikel rambut. Folikel rambut terdapat di kepala, namun selain itu terdapat juga pada seluruh bagian kulit kecuali pada bibir, telapak tangan,

dan telapak kaki. 

Apakah setiap laki-laki memiliki folikel rambut? Atau hanya orang yang memiliki keturunan saja? Tidak, tidak. Nyatanya setiap laki-laki memiliki folikel.

Jika setiap laki-laki memiliki DHT dan folikel rambut, mengapa orang Indonesia tidak memiliki brewok? Jawabannya karena genetika. “Loh, berarti bener dong brewok mutlak ditentuin karena genetika?”, “Loh, produk yang dijual itu berarti bohong semua?”

Belum, belum. Belum sampe kesimpulannya. Jadi pertanyaan itu belum bisa dijawab. Ayo dilanjutkan bacanya. Keturunan orang Indonesia kebanyakan memang tidak memiliki brewok atau jenggot. Berbeda dengan keturunan Indonesia campuran Arab, India, Amerika atau Eropa yang kebanyakan memang punya brewok atau jenggot.

Tapi bukan karena dari badannya yang tidak bisa atau tidak mampu menumbuhkan brewok atau bulu rambut. Namun, penyebab utama kebanyakan orang Indonesia tidak memiliki brewok atau jenggot karena faktor folikel rambut yang terbuka sedikit, walaupun faktanya setiap pria memiliki folikel rambut. Itulah yang disebut “ga ada gen”.

Iya, masalah utamanya adalah folikel rambut yang terbuka sedikit. Genetika orang Indonesia yang ga punya brewok karena folikel rambut yang terbuka sedikit. Folikel yang “tertutup” bisa disebabkan banyak faktor. Bisa saja salah satu dari tiga bahan bakar utamanya sangat rendah. Bisa jadi DHTnya, T atau hormon androgennya.

Lalu apa solusi selanjutnya? Solusi selanjutnya adalah mencari tau, apakah folikel yang tertutup bisa dibuka dengan cara alami atau dengan bantuan (obat atau suplemen)?

Ya, bisa. Dari mana tau kok bisa? Sedikit flashback, lo perlu tau kalo kebotakan atau kerontokan karena genetika bisa diatasi dengan obat. Bahkan dunia medis pun sudah mempunyai nama obat farmasi untuk kasus tersebut.

Kepala memiliki kesamaan dengan proses pertumbuhan bulu di bagian tubuh lainnya. Sama-sama memiliki folikel rambut. Bedanya kalo kebotakan karena terlalu tinggi kadar DHTnya yang mengakibatkan follikel di kepala “tertutup”. Kebotakan dan kerontokan bisa juga terjadi karena sakit atau bekas luka. Jika kebotakan karena sakit dan luka sudah tidak bisa diatasi lagi.

Kalo pake kemiri apakah bisa? kembali lagi ke prinsip awalnya. Folikel rambut bro. Kalo memang folikel rambutnya sudah “terbuka” mau pakai kemiri atau didiamkan ya akan tumbuh. Folikel yang “tertutup” mau dioles kemiri ga akan tumbuh. Karena kemiri tidak mengatasi DHT, T dan androgen.

Kembali lagi ke kebotakan atau kerontokan yang bisa diatasi karena folikel rambut yang minipis menjadi terbuka, bagaimana dengan brewok? Apakah ada kesamaan? Karena memang setiap laki-laki memiliki faktor fisiologis untuk bisa punya brewok dan memiliki kesamaan tersebut, maka, kesimpulannya walaupun gen orang Indonesia memiliki folikel rambut yang terbuka sedikit, tapi BISA diatasi dengan produk (obat atau suplemen) untuk membuka dan merangsang folikel rambut.

Apakah sudah ada yang membuktikan? Sudah. Banyak. Bahkan ada programnya. Program yang dibuat khusus untuk numbuhin brewok bagi pemula yang tidak tau apa-apa. Mungkin lo salah satu diantara yang belum tau tentang hal ini. Tapi, nyatanya sudah banyak yang berhasil. 

Coba kita liat salah satu yang gue kutip dari Youtube tentang program ini.

Program ini dibuat untuk mereka yang memang ga punya gen. Tentu saja yang ga punya gen. Karena kalo sudah ada gen tidak membutuhkan produk ini. Sudah tumbuh dengan alaminya. Produk yang digunakan semua tentunya sudah teruji secara klinis dan diakui dunia. Sudah mendapatkan FDA approved. FDA adalah badan pengawas makanan dan obat di Amerika. Menjadi patokan dunia medis.

Kalo sudah ada yang berhasil, gimana cara dapetin informasi tentang program ini? Lo bisa cari tau dan membuka wawasan program ini di Program Numbuhin Brewok Beard Warrior.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *